Kontribusi geosains bagi kemajuan indonesia
Sebaik-baiknya
manusia adalah manusia yang paling bermanfaat. Kalimat ini sering kita dengar
dan banyak diutarakan oleh berbagai pihak. Namun, yang menjadi pertanyaan
kemudian adalah manfaat apa yang bisa diberikan dan bagaimana cara
mengoptimalkan kebermanfaatan kehadiran serta kerja kita tersebut untuk
sekeliling kita?
Hal
pertama yang perlu dan penting dilakukan adalah memetakan potensi dan menilai
diri sendiri. Kemampuan untuk menilai diri sendiri secara objektif merupakan
salah satu hal yang paling sulit dalam kehidupan. Tidak ada orang yang bisa
menjadi hebat dan serba bisa di berbagai bidang, tetapi kita perlu menempatkan
diri pada bagian mana kita bisa berkarya secara optimal.
Setelah
mengalami berbagai peristiwa dan pengalaman selama beberapa hari terakhir, saya
mulai mengenal dan memetakan potensi saya pribadi. Saya memantapkan diri untuk
berkarya di dunia kebumian. Lebih khususnya untuk dunia tanah, saya
bercita-cita untuk menjadi dosen di bidang yang sesuai dengan latar belakang
pendidikan saya.ingin mempunyai Pengalaman selama S1 dan S2 di ung sebagai
asisten dosen dan tutor, juga sebagai peneliti di tempat saya berkarya suatu
hari nanti (Kemitraan), membuat saya semakin yakin untuk berkontribusi di jalan
ini.
Benang merah dari berbagai studi formal dan juga penelitan yang
saya lakukan adalah terkait dengan masyarakat dan budaya, kajian Asia Timur dan
juga minoritas Muslim yang ada di berbagai penjuru dunia. Adapun pendekatan
studi saya adalah inter-disipliner, dengan fokus kajian wilayah (Area studies),
sosiologi, antropologi, dan etnologi.
Berdasarkan penelitian dan pengalaman yang saya dapatkan, saya menyadari bahwa dunia beserta manusia dan kebudayaannya sungguh beragam. Dan keragaman ini perlu dialami, tidak hanya melalui buku atau teori-teori yang ada, tetapi juga dengan pengalaman dan interaksi langsung. Informasi dan pengalaman yang terbatas, membuat pandangan menjadi sempit dan ini sering menjadi sebab terjadinya konflik antar suku, budaya, maupun bangsa.
Berdasarkan penelitian dan pengalaman yang saya dapatkan, saya menyadari bahwa dunia beserta manusia dan kebudayaannya sungguh beragam. Dan keragaman ini perlu dialami, tidak hanya melalui buku atau teori-teori yang ada, tetapi juga dengan pengalaman dan interaksi langsung. Informasi dan pengalaman yang terbatas, membuat pandangan menjadi sempit dan ini sering menjadi sebab terjadinya konflik antar suku, budaya, maupun bangsa.
Dengan
menjadi mahasisw, saya memiliki kesempatan untuk menerapkan tri-dharma
perguruan tinggi; berinteraksi langsung dengan para mahasiswa dan generasi muda
Indonesia yang lain melalui aktivitas belajar mengajar, penelitian untuk
memperkaya khasanah keilmuan dan topik bidang yang saya geluti, serta
pengabdian masyarakat melalui community development.
Saya
dihadapkan langsung dengan kondisi nyata para pahlawan devisa Indonesia yang
jumlahnya melebihi 200.000 orang. Kenyataan yang saya lihat, membuat saya miris
dan sedih dengan hal tersebut, namun tidak berhenti di situ, kontribusi nyata
yang bisa saya lakukan adalah dengan membantu proses peningkatan kualitas
sumber daya manusia melalui pendidikan para buruh migran Indonesia.
Di
Indonesia, saya belajar tentang kondisi nyata pendidikan tentang kebumian yang
ada di tanah air serta bagaimana menyebarkan ide dan semangat gerakan sosial
tentang kebumian tersebut. Bukan maksud untuk meratapi atau mengutuk segala
kekurangan yang terjadi, melainkan kenyataan ini menyuntikkan energi optimisme
kepada saya untuk turut turun tangan membantu dan berkontribusi dalam dunia
pendidikan. Pendidikan bukan program, tetapi ini adalah sebuah gerakan bersama
memenuhi janji kemerdekaan Indonesia.
Kemudian, hal lain yang saya pelajari dan ingin terapkan adalah upaya
untuk meningkatkan potensi serta menumbuhkan kemampuan kepemimpinan (leadership
skill). Tantangan Indonesia di dunia yang semakin mengglobal ini adalah dengan
semakin terbukanya persaingan, dimana world class competence dan grass-root
understanding sangat diperlukan untuk memajukan negeri dan bisa bersaing dengan
penduduk dunia lainnya. Namun tidak lupa untuk senantiasa mengingat tujuan
akhir dari hal ini, yaitu untuk mencapai cita-cita yang diamanahkan melalui
konstitusi Republik Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar