Senin, 12 September 2016

Kontribusi geosains bagi kemajuan indonesia

 Kontribusi geosains bagi kemajuan indonesia
Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat. Kalimat ini sering kita dengar dan banyak diutarakan oleh berbagai pihak. Namun, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah manfaat apa yang bisa diberikan dan bagaimana cara mengoptimalkan kebermanfaatan kehadiran serta kerja kita tersebut untuk sekeliling kita?
Hal pertama yang perlu dan penting dilakukan adalah memetakan potensi dan menilai diri sendiri. Kemampuan untuk menilai diri sendiri secara objektif merupakan salah satu hal yang paling sulit dalam kehidupan. Tidak ada orang yang bisa menjadi hebat dan serba bisa di berbagai bidang, tetapi kita perlu menempatkan diri pada bagian mana kita bisa berkarya secara optimal.
Setelah mengalami berbagai peristiwa dan pengalaman selama beberapa hari terakhir, saya mulai mengenal dan memetakan potensi saya pribadi. Saya memantapkan diri untuk berkarya di dunia kebumian. Lebih khususnya untuk dunia tanah, saya bercita-cita untuk menjadi dosen di bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan saya.ingin mempunyai Pengalaman selama S1 dan S2 di ung sebagai asisten dosen dan tutor, juga sebagai peneliti di tempat saya berkarya suatu hari nanti (Kemitraan), membuat saya semakin yakin untuk berkontribusi di jalan ini.
Benang merah dari berbagai studi formal dan juga penelitan yang saya lakukan adalah terkait dengan masyarakat dan budaya, kajian Asia Timur dan juga minoritas Muslim yang ada di berbagai penjuru dunia. Adapun pendekatan studi saya adalah inter-disipliner, dengan fokus kajian wilayah (Area studies), sosiologi, antropologi, dan etnologi.
Berdasarkan penelitian dan pengalaman yang saya dapatkan, saya menyadari bahwa dunia beserta manusia dan kebudayaannya sungguh beragam. Dan keragaman ini perlu dialami, tidak hanya melalui buku atau teori-teori yang ada, tetapi juga dengan pengalaman dan interaksi langsung. Informasi dan pengalaman yang terbatas, membuat pandangan menjadi sempit dan ini sering menjadi sebab terjadinya konflik antar suku, budaya, maupun bangsa.
Dengan menjadi mahasisw, saya memiliki kesempatan untuk menerapkan tri-dharma perguruan tinggi; berinteraksi langsung dengan para mahasiswa dan generasi muda Indonesia yang lain melalui aktivitas belajar mengajar, penelitian untuk memperkaya khasanah keilmuan dan topik bidang yang saya geluti, serta pengabdian masyarakat melalui community development.
Saya dihadapkan langsung dengan kondisi nyata para pahlawan devisa Indonesia yang jumlahnya melebihi 200.000 orang. Kenyataan yang saya lihat, membuat saya miris dan sedih dengan hal tersebut, namun tidak berhenti di situ, kontribusi nyata yang bisa saya lakukan adalah dengan membantu proses peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan para buruh migran Indonesia.
Di Indonesia, saya belajar tentang kondisi nyata pendidikan tentang kebumian yang ada di tanah air serta bagaimana menyebarkan ide dan semangat gerakan sosial tentang kebumian tersebut. Bukan maksud untuk meratapi atau mengutuk segala kekurangan yang terjadi, melainkan kenyataan ini menyuntikkan energi optimisme kepada saya untuk turut turun tangan membantu dan berkontribusi dalam dunia pendidikan. Pendidikan bukan program, tetapi ini adalah sebuah gerakan bersama memenuhi janji kemerdekaan Indonesia.
Kemudian, hal lain yang saya pelajari dan ingin terapkan adalah upaya untuk meningkatkan potensi serta menumbuhkan kemampuan kepemimpinan (leadership skill). Tantangan Indonesia di dunia yang semakin mengglobal ini adalah dengan semakin terbukanya persaingan, dimana world class competence dan grass-root understanding sangat diperlukan untuk memajukan negeri dan bisa bersaing dengan penduduk dunia lainnya. Namun tidak lupa untuk senantiasa mengingat tujuan akhir dari hal ini, yaitu untuk mencapai cita-cita yang diamanahkan melalui konstitusi Republik Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar