Senin, 12 September 2016

Definisi mineral dan macam-macam sistem beserta tata cara penggambarannya

DEFINISI MINERAL MENURUT BEBERAPA AHLI:

L.G. Berry dan B. Mason, 1959
Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas batas tertentu dan mempunyai atom atom yang tersusun secara teratur.

D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972
Mineral adalah suatu bahan padat yang secara structural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik.

A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977
Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas batas dan mempunyai sifat sifat tetap, dibentuk dialam dan bukan hasil suatu kehidupan.

UU Republika Indonesia Nomor 4 Tahun 2009
Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu, serta susunan kristal teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas ataupun dalam bentuk yang padu.
Dari pengertian yang disampaikan di atas, dapat dikatakan bahwa Mineral merupakan suatu bahan anorganik homogen yang terbentuk secara alamiah yang mempunyai sifat-sifat fisis dan kimia tetap serta dapat berupa unsur tunggal atau persenyawaan kimia yang tetap. Mineral bisa berwujud padat, cair, atau gas.


Kristal berasal dari bahasa Yunani crystallon yang berarti tetesanyang sangat dingin dan membeku. Secara harfiah dapat diartikan sebagai padatan yang tersusun atas atom atau molekul yang terbentuk secara teratur,kemudian bentuk teratur iniberupa bidang datar yang mengikuti suatu pola tertentu. Bidang datar tersebut adalah bidang muka kristal, letak dan arah dari bidang muka kristal ditentukan oleh suatu perpotongan kristal dengan sumbu yang terdapat pada kristal.

2)  Macam-macam sistem kristal dengan tata cara penggambarannya beserta gambar dan contoh mineral.
1.        Sistem kristal kubus
sistem kristal kubus memiliki panjang rusuk yang sama ( a = b = c) serta memiliki sudut (α = β = γ) sebesar 90°. Sistem kristal kubus ini dapat dibagi ke dalam 3 bentuk yaitu kubus sederhana (simple cubic/ SC), kubus berpusat badan (body-centered cubic/ BCC) dan kubus berpusat muka (Face-centered Cubic/ FCC).
Berikut bentuk dari ketiga jenis kubus tersebut:
àPada bentuk kubus sederhana, masing-masing terdapat satu atom pada semua sudut (pojok)
     kubus.
àPada kubus BCC, masing-masing terdapat satu atom pada semua pojok kubus, dan terdapat
     satu atom pada pusat kubus (yang ditunjukkan dengan atom warna biru).
àPada kubus FCC, selain terdapat masing-masing satu atom pada semua pojok kubus, juga
     terdapat atom pada diagonal dari masing-masing sisi kubus (yang ditunjukkan dengan
     atom warna merah).
Description: Description: http://rolanrusli.com/wp-content/uploads/2012/04/Kubus2-1024x354.png
Penggambaran menggunakan proyeksi ortogonal
-          Perbandingan a : b : c = 1 : 3 : 3
-          Sudut antar sumbu a+ ^b- = 300

Sistem isometrik dibagi menjadi 5 kelas yaitu Tetaoidal, Gyroida, Diploida, Hextetrahedral, dan Hexoctahedral.

Contoh mineral dengan sistem kristal isometrik adalah :

Description: Description: https://html1-f.scribdassets.com/1txjbpd8g01s4i8k/images/9-083e295fe2.png 

Almandine (Fe3Al2(SiO4)3)                                  Nikel (Ni)

2.    Sistem Kristal tetragonal
Pada sistem kristal tetragonal, dua rusuknya yang memiliki panjang sama (a = b ≠ c) dan semua sudut (α = β = γ) sebesar 90°. Pada sistem kristal tetragonal ini hanya memiliki dua bentuk yaitu sederhana dan berpusat badan.
àPada bentuk tetragonal sederhana, mirip dengan kubus sederhana, dimana masing-masingDescription: Description: http://rolanrusli.com/wp-content/uploads/2012/04/Tetragonal1-1024x771.png terdapat satu atom pada semua sudut (pojok) tetragonalnya.
àPada tetragonal berpusat badan, mirip pula dengan kubus berpusat badan, yaitu memiliki 1 atom pada pusat tetragonal (ditunjukkan pada atom warna biru), dan atom lainnya berada  pada pojok (sudut) tetragonal tersebut.
Sistem Tetragonal terbagi atas 7 kelas yaitu Piramid, Bipiramid, Bisfenoid, Trapezohedral, Ditetragonal Piramid, Skalenohedral, dan Ditetragonal Bipiramid.

Contoh mineral dengan sistem kristal tetragonal adalah:

Description: Description: https://html1-f.scribdassets.com/1txjbpd8g01s4i8k/images/11-a9f87a8e9f.png Description: Description: https://html1-f.scribdassets.com/1txjbpd8g01s4i8k/images/11-a9f87a8e9f.png
 













Hausmannite (Mn3O4)                                  Chalchopyrite (CuFeS2)


Description: Description: http://rolanrusli.com/wp-content/uploads/2012/04/Ortorombik.png3.    Sistem kristal Ortorombik
Sistem kristal ortorombik terdiri atas 4 bentuk, yaitu : ortorombik sederhana, body center (berpusat badan) (yang ditunjukkan atom dengan warna merah), berpusat muka (yang ditunjukkan atom dengan warna biru), dan berpusat muka pada dua sisi ortorombik (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau). Panjang rusuk dari sistem kristal ortorombik ini berbeda-beda (a ≠ b≠ c), dan memiliki sudut yang sama (α = β = γ) yaitu sebesar 90°.
Sistem ini dibagi menjadi 3 kelas yaitu Bisfenoid, Piramid dan Bipiramid.
Contoh mineral dengan sistem kristal Orthorhombik.



Description: Description: http://rolanrusli.com/wp-content/uploads/2012/04/Monoklin.png4.    Sistem kristal monoklin
Sistem kristal monoklin terdiri atas 2 bentuk, yaitu : monoklin sederhana dan berpusat muka pada dua sisi monoklin (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau).
Sistem kristal monoklin ini memiliki panjang rusuk yang berbeda-beda (a ≠ b≠ c), serta sudut α = γ = 90° dan β ≠ 90°.
Sistem Monoklin dibagi menjadi 3 kelas yaitu Sfenoid, Doma, dan Prisma.
            Contoh mineral dengan sistem kristal Monoklin :
Description: Description: http://rolanrusli.com/wp-content/uploads/2012/04/Triklin.png
5.    Sistem kristal triklin
Pada sistem kristal triklin, hanya terdapat satu orientasi. Sistem kristal ini memiliki panjang rusuk yang berbeda (a ≠ b ≠ c), serta memiliki besar sudut yang berbeda-beda pula yaitu α ≠ β ≠ γ ≠ 90°.
Sistem ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu Pedial dan Pinakoidal.
Contoh mineral dalam sistem kristal Triklin:


Description: Description: http://rolanrusli.com/wp-content/uploads/2012/04/Rombohedral-Trigonal.png
6.    Sistem kristal rombohedral atau trigonal
Pada sistem kristal ini, panjang rusuk memiliki ukuran yang sama (a = b ≠ c). sedangkan sudut-sudutnya adalah α = β = 90°dan γ =120°.
Sistem ini dibagi menjadi 5 kelas yaitu Trigonal piramid, Trigonal Trapezohedral, Ditrigonal Piramid, Ditrigonal Skalenohedral dan Rombohedral.
Contoh mineral dengan sistem kristal Trigonal adalah



Description: Description: http://rolanrusli.com/wp-content/uploads/2012/04/Heksagonal.png7.    Sistem kristal heksagonal
Pada system kristal ini, sesuai dengan namanya heksagonal (heksa = enam), maka system ini memiliki 6 sisi yang sama. System kristal ini memiliki dua nilai sudut yaitu 90° dan 120° (α = β = 90°dan γ =120°) , sedangkan pajang rusuk-rusuknya adalah a = b ≠ c. semua atom berada pada sudut-sudut (pojok) heksagonal dan terdapat masing-masing atom berpusat muka pada dua sisi heksagonal (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau).
Sistem  ini dibagi menjadi 7 kelas yaitu Hexagonal Piramid, Hexagonal Bipramid, Dihexagonal Piramid, Dihexagonal Bipiramid, Trigonal Bipiramid, Ditrigonal Bipiramid, dan Hexagonal Trapezohedral.

            Contoh mineral dengan sistem kristal Hexagonal adalah



Secara keseluruhan, dapat dilihat pada tabel berikut :
No.
Sistem Kristal
Kisi Bravais
Panjang rusuk
Besar sudut-sudut
    1.
Kubus
  • Sederhana
  • Berpusat badan
  • Berpusat muka
a = b = c
α = β = γ = 90°
    2.
Tetragonal
  • Sederhana
  • Berpusat Badan
a = b ≠ c
α = β = γ = 90°
    3.
Ortorombik
  • Sederhana
  • Berpusat badan
  • Berpusat muka
  • Berpusat muka A, B, atau C
a ≠ b ≠ c
α = β = γ = 90°
    4.
Monoklin
  • Sederhana
  • Berpusat muka C
a ≠ b ≠ c
α = γ = 90°,β ≠ 90°
    5.
Triklin
  • Sederhana
a ≠ b ≠ c
α ≠ β ≠ γ ≠  90°
    6.
Rombohedral atau trigonal
  • Sederhana
a = b ≠ c
α = β = 90°,γ = 120°
    7.
Heksagonal
  • Sederhana
a = b ≠ c
α = β = 90°,γ = 120°
Total = 7 Sistem Kristal
Total = 14 Kisi Bravais




Tidak ada komentar:

Posting Komentar