DEFINISI MINERAL MENURUT BEBERAPA AHLI:
L.G. Berry dan B. Mason, 1959
Mineral adalah suatu benda padat homogen yang
terdapat di alam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada
batas batas tertentu dan mempunyai atom atom yang tersusun secara teratur.
D.G.A Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972
Mineral adalah suatu bahan padat yang secara
structural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses
alam yang anorganik.
A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977
Mineral adalah suatu bahan atau zat yang homogen
mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas batas dan mempunyai sifat
sifat tetap, dibentuk dialam dan bukan hasil suatu kehidupan.
UU Republika Indonesia Nomor 4 Tahun 2009
Mineral adalah senyawa anorganik yang terbentuk di
alam, yang memiliki sifat fisik dan kimia tertentu, serta susunan kristal
teratur atau gabungannya yang membentuk batuan, baik dalam bentuk lepas ataupun
dalam bentuk yang padu.
Dari
pengertian yang disampaikan di atas, dapat dikatakan bahwa Mineral merupakan suatu
bahan anorganik homogen yang terbentuk secara alamiah yang mempunyai
sifat-sifat fisis dan kimia tetap serta dapat berupa unsur tunggal atau
persenyawaan kimia yang tetap. Mineral bisa berwujud padat, cair, atau gas.
Kristal
berasal dari bahasa Yunani crystallon
yang berarti tetesanyang sangat dingin dan membeku. Secara harfiah dapat
diartikan sebagai padatan yang tersusun atas atom atau
molekul yang terbentuk secara teratur,kemudian bentuk teratur
iniberupa bidang datar yang mengikuti suatu pola tertentu. Bidang datar
tersebut adalah bidang muka kristal, letak dan arah dari bidang muka kristal
ditentukan oleh
suatu perpotongan kristal dengan sumbu yang
terdapat pada kristal.
2) Macam-macam
sistem kristal dengan tata cara penggambarannya beserta gambar dan contoh
mineral.
1.
Sistem kristal
kubus
sistem kristal kubus memiliki panjang rusuk yang sama ( a
= b = c) serta memiliki sudut (α = β = γ) sebesar 90°. Sistem
kristal kubus ini dapat dibagi ke dalam 3 bentuk yaitu kubus sederhana (simple
cubic/ SC), kubus berpusat badan (body-centered cubic/ BCC) dan
kubus berpusat muka (Face-centered Cubic/ FCC).
Berikut bentuk dari ketiga jenis kubus tersebut:
àPada bentuk kubus sederhana,
masing-masing terdapat satu atom pada semua sudut (pojok)
kubus.
àPada kubus BCC, masing-masing terdapat
satu atom pada semua pojok kubus, dan terdapat
satu atom pada
pusat kubus (yang ditunjukkan dengan atom warna biru).
àPada kubus FCC, selain terdapat
masing-masing satu atom pada semua pojok kubus, juga
terdapat atom pada
diagonal dari masing-masing sisi kubus (yang ditunjukkan dengan
atom warna merah).
Penggambaran
menggunakan proyeksi ortogonal
-
Perbandingan a : b : c = 1 : 3 : 3
-
Sudut antar sumbu a+ ^b- = 300
Sistem isometrik dibagi menjadi 5 kelas
yaitu Tetaoidal,
Gyroida, Diploida, Hextetrahedral, dan Hexoctahedral.
Contoh mineral dengan sistem kristal isometrik adalah
:

Almandine (Fe3Al2(SiO4)3) Nikel (Ni)
2.
Sistem Kristal tetragonal
Pada sistem kristal tetragonal, dua
rusuknya yang memiliki panjang sama (a = b ≠ c) dan semua sudut (α =
β = γ) sebesar 90°. Pada sistem kristal tetragonal ini hanya memiliki dua
bentuk yaitu sederhana dan berpusat badan.
àPada bentuk tetragonal sederhana, mirip
dengan kubus sederhana, dimana masing-masing
terdapat satu atom pada semua sudut (pojok) tetragonalnya.
terdapat satu atom pada semua sudut (pojok) tetragonalnya.
àPada tetragonal berpusat badan, mirip
pula dengan kubus berpusat badan, yaitu memiliki 1 atom pada pusat tetragonal
(ditunjukkan pada atom warna biru), dan atom lainnya berada pada pojok (sudut) tetragonal tersebut.
Sistem Tetragonal
terbagi atas 7 kelas yaitu Piramid, Bipiramid, Bisfenoid, Trapezohedral, Ditetragonal Piramid,
Skalenohedral, dan Ditetragonal Bipiramid.
Contoh mineral dengan sistem kristal
tetragonal adalah:
![]() |
![]() |
Hausmannite (Mn3O4) Chalchopyrite
(CuFeS2)
Sistem
kristal ortorombik terdiri atas 4 bentuk, yaitu : ortorombik sederhana, body
center (berpusat badan) (yang ditunjukkan atom dengan warna merah), berpusat
muka (yang ditunjukkan atom dengan warna biru), dan berpusat muka pada dua sisi
ortorombik (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau). Panjang rusuk dari
sistem kristal ortorombik ini berbeda-beda (a ≠ b≠ c), dan memiliki sudut
yang sama (α = β = γ) yaitu sebesar 90°.
Sistem ini dibagi menjadi 3 kelas yaitu Bisfenoid,
Piramid dan Bipiramid.
Contoh mineral dengan sistem kristal Orthorhombik.

Sistem
kristal monoklin terdiri atas 2 bentuk, yaitu : monoklin sederhana dan berpusat
muka pada dua sisi monoklin (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau).
Sistem
kristal monoklin ini memiliki panjang rusuk yang berbeda-beda (a ≠ b≠ c),
serta sudut α = γ = 90° dan β ≠ 90°.
Sistem Monoklin dibagi menjadi 3 kelas yaitu Sfenoid,
Doma, dan Prisma.
Contoh
mineral dengan sistem kristal Monoklin :


5.
Sistem kristal triklin
Pada sistem kristal
triklin, hanya terdapat satu orientasi. Sistem kristal ini memiliki panjang
rusuk yang berbeda (a ≠ b ≠ c), serta memiliki besar sudut yang
berbeda-beda pula yaitu α ≠ β ≠ γ ≠ 90°.
Sistem ini dibagi menjadi 2 kelas
yaitu Pedial dan Pinakoidal.
Contoh mineral dalam sistem kristal
Triklin:

6.
Sistem kristal rombohedral atau trigonal
Pada sistem kristal ini,
panjang rusuk memiliki ukuran yang sama (a = b ≠ c). sedangkan
sudut-sudutnya adalah α = β = 90°dan γ =120°.
Sistem ini dibagi menjadi 5 kelas
yaitu Trigonal piramid, Trigonal Trapezohedral, Ditrigonal Piramid, Ditrigonal
Skalenohedral dan Rombohedral.
Contoh mineral dengan sistem kristal Trigonal adalah

Pada
system kristal ini, sesuai dengan namanya heksagonal (heksa = enam), maka
system ini memiliki 6 sisi yang sama. System kristal ini memiliki dua nilai
sudut yaitu 90° dan 120° (α = β = 90°dan γ =120°) , sedangkan
pajang rusuk-rusuknya adalah a = b ≠ c. semua atom berada pada
sudut-sudut (pojok) heksagonal dan terdapat masing-masing atom berpusat muka
pada dua sisi heksagonal (yang ditunjukkan atom dengan warna hijau).
Sistem
ini dibagi menjadi 7 kelas yaitu Hexagonal Piramid, Hexagonal Bipramid,
Dihexagonal Piramid, Dihexagonal Bipiramid, Trigonal Bipiramid, Ditrigonal
Bipiramid, dan Hexagonal Trapezohedral.
Contoh
mineral dengan sistem kristal Hexagonal adalah

Secara keseluruhan, dapat dilihat pada tabel berikut :
|
No.
|
Sistem
Kristal
|
Kisi
Bravais
|
Panjang
rusuk
|
Besar
sudut-sudut
|
|
1.
|
Kubus
|
|
a = b = c
|
α = β = γ = 90°
|
|
2.
|
Tetragonal
|
|
a = b ≠ c
|
α = β = γ = 90°
|
|
3.
|
Ortorombik
|
|
a ≠ b ≠ c
|
α = β = γ = 90°
|
|
4.
|
Monoklin
|
|
a ≠ b ≠ c
|
α = γ = 90°,β ≠ 90°
|
|
5.
|
Triklin
|
|
a ≠ b ≠ c
|
α ≠ β ≠ γ ≠
90°
|
|
6.
|
Rombohedral atau
trigonal
|
|
a = b ≠ c
|
α = β = 90°,γ =
120°
|
|
7.
|
Heksagonal
|
|
a = b ≠ c
|
α = β = 90°,γ =
120°
|
|
Total = 7 Sistem
Kristal
|
Total = 14 Kisi
Bravais
|
|
|








Tidak ada komentar:
Posting Komentar